| (dari kiri ke kanan) Dr. Sugiyo., Prof. Anita Lie., Riko Gunawan., Ki. H. Dr. Saur Panjaitan, M.M., dan Dr. Ninik Kristiani, M.Pd. (Foto: dokumentasi) |
INDOSATU.ID - Perkembangan coding dan kecerdasan artifisial (AI) mendorong dunia pendidikan untuk beradaptasi lebih cepat. Bukan lagi sekadar keterampilan tambahan, keduanya mulai dipandang sebagai bagian dari kompetensi yang dibutuhkan siswa untuk menghadapi perubahan dunia kerja dan teknologi.
Melihat kebutuhan tersebut, Acer Indonesia kembali menggelar Acer Edu Tech 2026 di Surabaya, Jawa Timur, pada 16 September 2026. Mengusung tema "Coding dan AI Bukan Lagi Pilihan, Melainkan Kebutuhan", forum ini mempertemukan praktisi pendidikan, akademisi, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan untuk membahas penerapan teknologi dalam pembelajaran.
Ratusan peserta dari berbagai wilayah di Jawa Timur hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari kepala sekolah, guru, pengelola institusi pendidikan, akademisi, hingga perwakilan pemerintah.
Beragamnya latar belakang peserta membuka ruang diskusi mengenai tantangan yang dihadapi sekolah dalam mengadopsi teknologi, termasuk kesiapan pendidik, kebutuhan infrastruktur, hingga bagaimana coding dan AI dapat diterapkan secara tepat di ruang kelas.
Products & Solutions Director Acer Indonesia, Riko Gunawan, mengatakan transformasi pendidikan tidak cukup dilakukan dengan sekadar menghadirkan perangkat teknologi di sekolah.
"Transformasi pendidikan tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi ke dalam ruang kelas. Hal yang lebih penting adalah memastikan teknologi tersebut dapat digunakan untuk membangun cara berpikir, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah," sebut Riko.
Menurut dia, coding dan AI dapat membantu mengubah posisi siswa dan pendidik dari sekadar pengguna teknologi menjadi pihak yang mampu menciptakan solusi.
"Keterampilan coding dan AI menjadi bagian penting dari proses ini karena dapat membantu mempersiapkan pendidik dan siswa bukan hanya sebagai pengguna teknologi, tetapi juga sebagai pencipta solusi," tuturnya.
Bahas Kesiapan Sekolah Hadapi Era AI
Acer Edu Tech 2026 menghadirkan sejumlah akademisi untuk memperkaya pembahasan mengenai arah pendidikan di tengah perkembangan teknologi.
Prof. Anita Lie, M.A., Ed.D., Guru Besar Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unika Widya Mandala Surabaya, memberikan perspektif akademis mengenai transformasi pendidikan dan penerapan coding serta AI.
Sementara itu, Prof. Dr. Andi Kristanto, S.Pd., M.Pd., Guru Besar Program Studi Teknologi Pendidikan FIP Universitas Negeri Surabaya, membahas pentingnya pembelajaran coding dan AI dalam dunia pendidikan.
Diskusi yang berlangsung tidak hanya berfokus pada perkembangan teknologi. Peserta juga diajak melihat kesiapan sekolah, kompetensi guru, serta pendekatan pedagogis yang diperlukan agar pemanfaatan teknologi benar-benar memberikan dampak terhadap proses belajar.
Pembahasan tersebut memberikan gambaran kepada peserta mengenai cara mengidentifikasi kebutuhan sekolah, memilih teknologi yang sesuai, serta menyusun pembelajaran berbasis coding dan AI secara lebih terarah.
Perspektif dari akademisi, praktisi, dan pengembang kurikulum juga memberikan pemahaman mengenai penerapan teknologi dari berbagai sisi, mulai dari konsep dan kebijakan hingga praktik pembelajaran di kelas.
Teknologi Harus Memperkuat Tujuan Pendidikan
Prof. Anita Lie menilai kehadiran teknologi tidak dengan sendirinya menentukan keberhasilan transformasi sekolah. Menurutnya, sekolah perlu memiliki kemampuan untuk terus beradaptasi tanpa kehilangan tujuan utama pendidikan.
"Sekolah masa depan adalah sekolah yang mampu terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan, tanpa kehilangan tujuan utama Pendidikan," imbuh Anita.
Ia mengatakan teknologi seperti coding dan AI semestinya digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, bukan sekadar menjadi bagian dari tren digitalisasi.
Baca Juga: OMODA O4 EV Resmi Dibuka Pemesanannya di GIIAS 2026, Beri Rp50 Juta Kepada 1.000 Pembeli Pertama
"Teknologi, termasuk coding dan AI, perlu digunakan untuk memperkuat kualitas pembelajaran, mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif, serta membentuk karakter siswa," ujarnya.
Karena itu, menurut Anita, transformasi pendidikan perlu dibangun melalui visi sekolah yang jelas, pendidik yang terus mengembangkan kompetensinya, serta ekosistem yang mampu mendukung potensi setiap siswa.
Acer Perkuat Ekosistem Pendidikan Digital
Melalui Acer Edu Tech dan berbagai program Acer for Education, Acer Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus mendukung transformasi pendidikan di Indonesia.
Dukungan tersebut dilakukan melalui penyediaan solusi teknologi, pengembangan kapasitas pendidik, serta kolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan komunitas pendidikan.
Acer menilai pendekatan kolaboratif diperlukan agar pemanfaatan teknologi di sekolah tidak berhenti pada pengadaan perangkat, tetapi berkembang menjadi ekosistem pembelajaran yang mampu beradaptasi dengan perubahan.
Lewat Acer Edu Tech 2026, perusahaan juga mendorong sekolah untuk melihat coding dan AI bukan semata sebagai teknologi baru, melainkan sebagai bagian dari proses mempersiapkan siswa menghadapi kebutuhan masa depan.
Penulis artikel: Andi Anggana
Editor: Admin





Tidak ada komentar:
Posting Komentar