![]() |
| Peresmikan Penerbangan Perdana Rute Lampung ke Kuala Lumpur oleh TransNusa (dokumentasi) |
INDOSATU.ID - PT Transnusa Aviation Mandiri (Transnusa) resmi membuka penerbangan reguler Jakarta - Lampung dan Lampung - Kuala Lumpur mulai 24 Agustus 2026. Pengoperasian dua rute dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II, Lampung, tersebut memperkuat konektivitas domestik sekaligus membuka kembali akses penerbangan internasional reguler dari provinsi tersebut, Rabu (26/8/2026).
Penerbangan rute Jakarta (CGK) - Lampung (TKG) dilayani hingga tiga kali sehari dengan waktu tempuh sekitar 45 - 60 menit. Sementara itu, penerbangan Lampung (TKG) - Kuala Lumpur (KUL) tersedia setiap hari.
Dibukanya kedua rute tersebut memberikan alternatif perjalanan langsung bagi masyarakat Lampung untuk kebutuhan bisnis, pariwisata, kunjungan keluarga, layanan kesehatan, hingga perjalanan lanjutan ke berbagai destinasi internasional.
Group CEO Transnusa, Datuk Bernard Francis, mengatakan Lampung menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan jaringan penerbangan Transnusa di Sumatra. Menurutnya, potensi pasar Lampung tidak hanya berasal dari sektor pariwisata, tetapi juga didukung jumlah penduduk serta hubungan ekonomi dan sosial yang kuat dengan Malaysia.
"Wilayah Lampung memiliki populasi sekitar 9,5 juta jiwa dan potensi yang cukup besar, baik untuk perjalanan bisnis maupun pariwisata. Kami melihat ada peluang yang kuat untuk menghubungkan masyarakat Lampung dengan Malaysia, sekaligus membawa lebih banyak wisatawan dari Malaysia untuk mengenal Lampung," jelas Bernard.
Bernard menambahkan, pasar penerbangan Lampung - Kuala Lumpur memiliki cakupan yang lebih luas daripada pariwisata. Kebutuhan perjalanan juga berasal dari aktivitas bisnis dan perdagangan, mobilitas tenaga kerja, hubungan antarmasyarakat dan pemerintah, industri halal, serta layanan kesehatan.
"Pasarnya bukan hanya pariwisata. Ada bisnis, hubungan antara pemerintah dan masyarakat, manpower supply untuk pekerjaan di Malaysia, halal business, sampai medical tourism," tambahnya.
Dia menambahkan, Kuala Lumpur juga memiliki posisi strategis sebagai salah satu titik penghubung menuju destinasi lain di Malaysia maupun jaringan penerbangan internasional.
Kondisi tersebut membuka peluang bagi masyarakat Lampung untuk memperoleh akses perjalanan yang lebih praktis tanpa harus terlebih dahulu menuju kota lain.
Pengoperasian rute Lampung - Kuala Lumpur setiap hari menjadi bagian dari upaya mengembangkan kembali konektivitas internasional dari Bandar Udara Internasional Radin Inten II. Sebelumnya, Transnusa telah mengoperasikan penerbangan charter dari Lampung sebelum membuka layanan reguler pada rute tersebut.
Baca Juga: OMODA O4 EV Resmi Dibuka Pemesanannya di GIIAS 2026, Beri Rp50 Juta Kepada 1.000 Pembeli Pertama
Dengan jadwal penerbangan harian, masyarakat Lampung kini memiliki pilihan perjalanan yang lebih terjadwal untuk menuju Kuala Lumpur. Rute ini juga berpotensi mendukung arus wisatawan Malaysia ke Lampung.
Maskapai Transnusa menilai Lampung memiliki peluang untuk menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan Malaysia yang selama ini lebih banyak memilih sejumlah kota dan destinasi populer di Indonesia. Peningkatan akses penerbangan langsung diharapkan dapat memperluas pasar wisata sekaligus mendorong aktivitas ekonomi di daerah.
Tidak hanya pariwisata dan bisnis, kebutuhan perjalanan untuk layanan kesehatan dan perjalanan umrah turut menjadi potensi pasar. Kuala Lumpur memiliki jaringan penerbangan internasional yang dapat dimanfaatkan sebagai titik transit bagi penumpang yang melanjutkan perjalanan ke berbagai negara, termasuk kawasan Timur Tengah.
Jakarta Menjadi Penghubung ke Jaringan TransNusa
Di sektor domestik, rute Jakarta - Lampung memperkuat akses masyarakat Lampung menuju Jakarta sekaligus membuka koneksi ke jaringan penerbangan Transnusa lainnya.
Dengan frekuensi hingga tiga penerbangan per hari, rute tersebut memberikan pilihan perjalanan yang lebih cepat bagi penumpang antara Lampung dan Jakarta. Dari Jakarta, penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke sejumlah destinasi domestik yang dilayani Transnusa, seperti Yogyakarta, Denpasar, Lombok, dan Singkawang.
Jaringan tersebut juga memberikan akses lanjutan menuju sejumlah destinasi internasional yang dilayani Transnusa, di antaranya Singapura, Guangzhou, dan Bangkok.
Direktur Utama Transnusa Bayu Sutanto mengatakan pembukaan kedua rute tersebut merupakan bagian dari visi perusahaan untuk memperluas konektivitas antara kota besar, kota regional, dan destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia.
"Kita tidak hanya menghubungkan Jakarta - Lampung semata, tetapi juga membuka konektivitas Lampung ke tujuan luar negeri, yaitu Kuala Lumpur. Kita harapkan penerbangan ini akan terus berlanjut dan pada saatnya dapat ditambah frekuensinya sesuai dengan permintaan pengguna," ujar Bayu.
Dengan pola konektivitas tersebut, Jakarta berfungsi sebagai penghubung Lampung dengan jaringan domestik Transnusa, sedangkan Kuala Lumpur memberikan akses langsung menuju jaringan internasional.
Untuk menarik minat penumpang pada tahap awal pengoperasian, Transnusa juga menawarkan tarif khusus. Harga tiket Jakarta - Lampung mulai Rp699.000, Lampung - Kuala Lumpur mulai Rp1.599.000, sedangkan tiket Kuala Lumpur - Lampung mulai MYR399.
Layani Rute dengan COMAC C909
Transnusa menggunakan pesawat COMAC C909 berkapasitas 95 penumpang untuk melayani kedua rute baru tersebut. Pemilihan armada disesuaikan dengan karakteristik rute dan proyeksi permintaan pada tahap awal pengoperasian.
Bernard mengatakan C909 dinilai sesuai untuk melayani penerbangan jarak relatif pendek seperti Jakarta - Lampung. Kapasitas pesawat juga memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengembangkan rute sembari mengevaluasi pertumbuhan permintaan pasar.
"Untuk rute baru seperti ini, kalau kita memulainya dengan sekitar 50% load factor, itu sudah menjadi awal yang baik. Kami berharap dalam tiga sampai enam bulan bisa meningkat lebih dari 70%," tuturnya.
TransNusa akan mengevaluasi kinerja kedua rute berdasarkan perkembangan permintaan penumpang. Evaluasi tersebut mencakup peluang penambahan frekuensi maupun penggunaan pesawat dengan kapasitas lebih besar.
Dibukanya rute Jakarta - Lampung dan Lampung - Kuala Lumpur sekaligus memperluas jaringan Transnusa di Sumatra dan menempatkan Lampung sebagai salah satu titik konektivitas baru dalam jaringan penerbangan perusahaan.
Terkhusus bagi masyarakat Lampung, kehadiran kedua rute tersebut tidak hanya memperpendek akses menuju Jakarta dan Malaysia, tetapi juga membuka peluang koneksi yang lebih luas ke berbagai destinasi domestik dan internasional.
Maskapai Transnusa berharap layanan tersebut dapat terus berkembang seiring meningkatnya kebutuhan perjalanan dan pertumbuhan pasar penerbangan dari Lampung.
Pengirim: Budi Alimuddin
Editor: MSN Limbong






Tidak ada komentar:
Posting Komentar