-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Indosatu - Menuju Indonesia Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    TK Siti Maryam di Depok Kenalkan Edukasi Lingkungan Sejak Dini Lewat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia

    Redaksi
    Sabtu, 08:30 WIB
    Banner IDwebhost

    TK Siti Maryam di Depok Kenalkan Edukasi Lingkungan Sejak Dini Lewat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (Foto: Bachtiar Djanan)

    INDOSATU.ID - TK Siti Maryam, Curug, Bojongsari, Kota Depok, memanfaatkan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 untuk menanamkan kepedulian terhadap lingkungan kepada anak-anak sejak usia dini. Melalui berbagai aktivitas berbasis alam yang digelar pada Jumat (5/6/2026), sekolah tersebut mengajak siswa belajar langsung mengenai pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pendidikan karakter.

    Kegiatan mengusung semangat tema global "Inspired by Nature. For Climate. For Our Future" dan tema nasional "Saatnya Bekerja untuk Iklim". Selain diikuti siswa TK Siti Maryam, kegiatan juga melibatkan peserta trial class sebagai upaya memperkenalkan metode pembelajaran berbasis alam kepada calon siswa baru.


    Lebih dari 30 anak mengikuti rangkaian kegiatan dengan membawa bibit tanaman pilihan dari rumah. Bibit berupa tanaman sayuran dan tanaman obat keluarga (TOGA) kemudian ditanam bersama di kebun edukasi sekolah. Tanaman tersebut selanjutnya menjadi tanggung jawab masing-masing siswa untuk dirawat, disiram, dan dipantau pertumbuhannya sebagai bagian dari proses belajar.

    Kepala TK Siti Maryam, H. Sigit Subiyanto, SE., mengatakan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi dirancang agar anak memperoleh pengalaman nyata dalam mengenal dan mencintai lingkungan.

    TK Siti Maryam Kenalkan Edukasi Lingkungan Sejak Dini Lewat Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (dokumentasi)

    "Tujuan kami bukan hanya memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, tetapi memberikan pengalaman langsung kepada anak-anak agar mereka memahami bahwa tindakan sederhana, seperti merawat tanaman dan menyayangi hewan, merupakan kontribusi nyata bagi masa depan bumi," ujar Sigit.

    Menurutnya, pendekatan pembelajaran berbasis deep learning menjadi salah satu metode yang diterapkan sekolah untuk membantu anak memahami hubungan antarkomponen ekosistem melalui pengalaman langsung.


    "Anak-anak perlu diajak menyentuh tanah, memberi makan hewan, dan melihat secara langsung bagaimana ekosistem bekerja. Pengalaman seperti itu akan membangun pemahaman sekaligus kepedulian terhadap lingkungan," katanya.

    Selain menanam, siswa juga diajak berinteraksi dengan berbagai satwa yang dipelihara sekolah. Mereka memberi makan ikan lele, ikan koi, burung merpati, hingga kambing. Sebagai penutup kegiatan, anak-anak bersama guru memandikan kambing peliharaan sekolah. Aktivitas tersebut dirancang untuk melatih kemampuan motorik sekaligus menumbuhkan empati, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap makhluk hidup.


    Peringatan HLHS 2026 juga mencerminkan kurikulum lingkungan yang telah diterapkan secara rutin di TK Siti Maryam. Dalam kegiatan sehari-hari, siswa dibiasakan memilah sampah organik dan anorganik serta mengolah limbah plastik menjadi ecobrick sebagai media pembelajaran tentang pengelolaan sampah.

    Sekolah juga menerapkan sistem pertanian terpadu (integrated farming). Sampah organik diolah menggunakan budidaya maggot (Black Soldier Fly) sehingga menghasilkan kompos untuk kebun sekolah. Maggot yang dipanen dimanfaatkan sebagai pakan ikan lele dan unggas, sementara hasil panen lele nantinya digunakan dalam kegiatan cooking class bersama siswa. Melalui sistem tersebut, anak-anak diperkenalkan pada konsep daur ulang dan siklus pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.

    Dampak pembelajaran berbasis lingkungan, menurut pihak sekolah, juga mulai terlihat di rumah. Salah seorang orang tua siswa, Luki Arifiani, mengaku melihat perubahan perilaku putrinya sejak bersekolah di TK Siti Maryam.


    "Nurma sekarang senang merawat tanaman di rumah dan sering mengingatkan kami untuk memisahkan sampah organik dan nonorganik. Kebiasaan itu terbentuk setelah mengikuti kegiatan di sekolah," ujar Luki.

    Ia menilai pembelajaran yang diberikan sekolah tidak berhenti di ruang kelas, tetapi turut membentuk karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.

    Melalui pembelajaran yang menggabungkan teori, praktik lapangan, dan pembiasaan sehari-hari, TK Siti Maryam berupaya menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini. Sekolah berharap pengalaman tersebut dapat membentuk generasi yang lebih peduli terhadap kelestarian alam dan memiliki kesadaran untuk berkontribusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim sejak dini.


    Penulis: Bachtiar Djana
    Editor: Admin
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini

    close
    Banner iklan disini