![]() |
| HKBP Pertegas Kepemilikan RSU Tarutung, Andalkan Dokumen RMG 1954 dan MoU 2016 (Foto: Google) |
INDOSATU.ID - Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, secara resmi menegaskan status kepemilikan Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung.
Penegasan itu disampaikan melalui siaran pers bertanggal 15 Juni 2026 yang ditandatangani Ephorus dan distempel Kantor Pusat HKBP.
Dalam pernyataan tersebut HKBP menyatakan komitmen memperjuangkan kepemilikan dan pengelolaan RSU Tarutung melalui mekanisme hukum yang berlaku di Indonesia.
Menurut Ephorus, upaya hukum ini tidak sekadar sengketa aset tanah dan bangunan. Langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap sejarah pelayanan kesehatan, kemanusiaan, dan sosial yang telah dijalankan HKBP selama lebih dari satu abad di rumah sakit itu.
Pelayanan, katanya, selama ini diberikan tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.
Keyakinan HKBP didasari rekam jejak sejarah dan dokumen otentik dari badan zending Jerman, Rheinische Missionsgesellschaft (RMG).
HKBP mengantongi surat penyerahan RSU Tarutung dari RMG kepada HKBP serta dokumen penyerahan dari Pemerintah Republik Indonesia melalui Menteri Kesehatan pada 1954.
Dokumen 1954 itu juga mencakup penyerahan Rumah Sakit HKBP Balige yang hingga kini tetap dikelola HKBP.
Bukti penguat lainnya tersimpan di Perpustakaan Vereinigte Evangelische Mission (VEM) di Jerman.
Arsip di perpustakaan itu mencatat RSU Tarutung sebagai bagian dari pelayanan kesehatan RMG yang kemudian diteruskan HKBP.
Secara administratif, itikad penyelesaian kepemilikan pernah diperkuat melalui nota kesepahaman pada 11 Februari 2016.
MoU tersebut ditandatangani Pimpinan HKBP, Ketua Komite Aset HKBP, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, dan DPRD Kabupaten Tapanuli Utara.
Menutup pernyataan, Ephorus meminta semua pihak memandang persoalan ini secara jernih dan objektif berdasarkan fakta sejarah.
HKBP mengajak mengedepankan kebenaran dan keadilan demi menghormati nilai pelayanan tulus yang diwariskan dari generasi ke generasi di Tapanuli.
Sumber: HKBP
Editor: Admin






Tidak ada komentar:
Posting Komentar