![]() |
| Editor Foto by INDOSATU.ID |
INDOSATU.ID - DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara (PDIP Sumut) menyalurkan bantuan berupa tabungan senilai Rp300.000 per anak kepada 59 siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.
Penyaluran bantuan yang berlangsung pada Rabu (7/10/2026) itu merupakan bagian dari rangkaian aksi solidaritas partai setelah sebelumnya dilakukan di Kabupaten Karo dan Kabupaten Asahan.
Bantuan diserahkan di Aula Bung Karno, kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam. Penyaluran tali asih tersebut ditujukan untuk membantu meringankan beban keluarga sekaligus memberikan dukungan moral kepada para siswa yang terdampak.
Wakil Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara, Sutrisno Pangaribuan, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian kader terhadap anak-anak dan keluarga yang mengalami kekhawatiran setelah kejadian gangguan kesehatan di sekolah.
Baca Juga: Musim Mas Kerahkan 1.000 Personel Tangani Karhutla di Kalteng, Layanan Kesehatan Dibuka untuk Warga
"Ketika anak mengalami gangguan kesehatan setelah makan di sekolah, yang dirasakan orang tua tentu bukan hal yang ringan. Ada rasa takut, ada kekhawatiran, dan ada pertanyaan apakah kejadian seperti ini akan terulang. Kami datang hari ini untuk berbagi sedikit beban itu dengan keluarga," sebut Sutrisno.
Menurut Sutrisno, setiap siswa terdampak di Kecamatan Galang menerima tabungan melalui kerja sama dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI), masing-masing senilai Rp300.000. Bantuan diberikan kepada 59 anak yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Ia menegaskan, bantuan itu tidak dimaksudkan untuk menggantikan penanganan kesehatan maupun menghapus pengalaman yang dialami para siswa. Namun, langkah tersebut diharapkan dapat menjadi wujud solidaritas kepada keluarga yang terdampak.
"Bantuan ini bukan tentang seberapa besar nilainya. Kami sadar apa yang diberikan tidak akan menghapus pengalaman yang sudah dialami anak-anak dan keluarga. Tetapi dalam semangat gotong royong, kami ingin mengambil bagian, sekecil apa pun, untuk membantu mereka melewati situasi ini," terangnya.
Peristiwa yang melatarbelakangi penyaluran bantuan itu terjadi pada Jumat (18/9/2026). Sejumlah siswa dari empat sekolah dasar di Kecamatan Galang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dan susu dalam program MBG.
Keempat sekolah tersebut adalah SDN 101976 Bandar Kuala, SDN 106197 Paku, SDN 101961 Timbang Deli, dan SDN 107827 Titi Besi. Keluhan yang dilaporkan meliputi sakit perut, mual, muntah, dan pusing. Para siswa kemudian mendapatkan penanganan di Puskesmas Galang.
Sebagai tindak lanjut atas kejadian tersebut, dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Desa Galang Barat yang memasok makanan dilaporkan menjalani penghentian operasional sementara selama 20 hari, terhitung sejak 18 September 2026.
Sutrisno menilai kejadian tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bagi pelaksanaan program MBG, khususnya dalam penerapan standar keamanan pangan dan pengawasan terhadap proses penyediaan makanan.
Menurut dia, program pemenuhan gizi bagi anak sekolah harus memastikan makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga aman dikonsumsi.
"Kalau kita berbicara tentang anak-anak, ukuran keberhasilan program bukan hanya apakah makanan sampai ke sekolah, tetapi apakah makanan itu aman dan benar-benar memberikan manfaat. Kejadian di Galang harus menjadi pelajaran agar pengawasan diperkuat dan tidak ada lagi anak yang mengalami hal serupa," tuturnya.
Lanjutkan Arahan Megawati
Sutrisno mengatakan, penyaluran bantuan di Deli Serdang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara untuk membantu siswa terdampak dugaan keracunan MBG di sejumlah daerah, termasuk Kabupaten Karo dan Kabupaten Asahan.
Ia menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penerjemahan arahan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputeri agar kader partai hadir di tengah masyarakat, terutama ketika warga menghadapi persoalan.
Menurut Sutrisno, kepedulian politik tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan formal, tetapi juga perlu hadir dalam tindakan nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat.
"Bu Megawati selalu menempatkan rakyat sebagai bagian penting dari kerja kader. Bagi kami, itu bukan sekadar pesan yang disampaikan dalam forum, tetapi sesuatu yang harus diterjemahkan dalam tindakan. Ketika ada anak-anak yang mengalami persoalan, kami memilih untuk datang, melihat langsung dan ikut membantu semampu kami," ucap Sutrisno.
Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara Sutarto, Bendahara DPD Meriahta Sitepu, serta sejumlah pengurus DPD lainnya, yakni Muhammad Afan, Samulya Indra, Henry Dumanter Tampubolon, Dameria Pangaribuan, R. Mawarni Tampubolon, Agustiawan Saragih, dan Bima Nusa.
Hadir pula Oki Teger Bangun dari DPC PDI Perjuangan Kabupaten Deli Serdang, anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Deli Serdang, perwakilan BRI, pihak sekolah, orang tua, serta para siswa penerima bantuan. (Red)







Tidak ada komentar:
Posting Komentar