-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Indosatu - Menuju Indonesia Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Kampus Gratis dan Langsung Kerja di Perusahaan Internasional di Akademi Inovasi Indonesia

    Redaksi
    Selasa, 15:48 WIB
    Banner IDwebhost

    Mahasiswa Akademi Inovasi Indonesia (AAI) yang berkolaborasi dengan Dtech Engineering Salatiga (Foto: istimewa)

    INDOSATU.ID - Dtech Engineering di Salatiga menghadirkan pendekatan pendidikan yang berbeda dari kebanyakan perguruan tinggi pada umumnya. Di lembaga ini, mahasiswa tidak dibebankan biaya pendidikan seperti uang kuliah maupun uang gedung.

    Sebagai gantinya, mereka dituntut menghasilkan karya inovatif sebagai bagian dari proses belajar. Model tersebut dikenal sebagai peralihan dari sistem pendidikan berbasis biaya (tuition based education system) menuju sistem pendidikan berbasis inovasi (innovation based education system).

    Konsep ini digagas oleh Arfian Fuadi, pendiri Dtech Engineering yang merintis perusahaannya pada 2009. Berangkat dari pengalaman hidup sederhana sebagai penjaga bengkel, Arfian melihat masih lemahnya budaya inovasi teknologi di Indonesia.


    Keprihatinan tersebut mendorongnya merancang model pendidikan yang menempatkan penciptaan produk teknologi sebagai inti pembelajaran. Harapannya, generasi muda mampu menghasilkan inovasi yang dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap produk impor.

    Program pendidikan di lembaga ini dikenal dengan nama Sustainable Education Project. Seleksi mahasiswa dilakukan melalui tahapan penulisan esai dan wawancara.

    Setelah dinyatakan lolos, mahasiswa langsung terlibat dalam berbagai proyek industri melalui metode teaching factory, yakni sistem belajar sambil bekerja yang meniru lingkungan industri nyata.


    Dalam prosesnya, mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga terlibat dalam praktik desain teknik, produksi, pemasaran, hingga pengembangan identitas produk.

    Program tersebut telah berjalan selama beberapa angkatan dengan melibatkan lebih dari 100 mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

    Salah satu proyek yang berhasil dikerjakan adalah pembuatan kursi kereta api kelas eksekutif yang kini digunakan pada sejumlah layanan kereta, seperti Argo Bromo Anggrek, Taksaka, dan Dwipangga.


    Selain itu, Dtech Engineering juga disebut telah menangani ratusan proyek teknologi dari puluhan negara serta meraih penghargaan internasional dalam kompetisi desain teknologi yang diselenggarakan oleh General Electric.

    Kampus Dtech Engineering di Salatiga terintegrasi dengan Akademi Inovasi Indonesia (AII) dan didukung oleh PT Dtech Inovasi Indonesia. Lembaga ini merupakan perguruan tinggi vokasi yang menawarkan pendidikan berbasis proyek nyata (real project) di bidang teknik rekayasa.

    Kampusnya berlokasi di Jalan Nusantara, Canden, Kutowinangun Kidul, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Jawa Tengah.


    Melalui AII, lembaga ini membuka program Sarjana Terapan (D4) Teknologi Rekayasa Manufaktur dengan fokus pada pengembangan desain rekayasa, lean manufacturing, dan inovasi produk.

    Sistem pembelajarannya menekankan pendekatan learning by doing, di mana mahasiswa terlibat langsung dalam proyek industri selama masa studi.


    Selain memperoleh pendidikan tanpa biaya, mahasiswa juga mendapatkan uang saku bulanan. Namun setelah lulus, mereka memiliki kewajiban menjalani masa bakti selama dua tahun di jaringan perusahaan Dtech Engineering Group.

    Dalam praktiknya, sejumlah proyek yang dikembangkan mahasiswa dan tim pengajar juga berkaitan dengan pengembangan teknologi manufaktur, termasuk perancangan mesin CNC seperti SEMAR-T dan SuperMill, yang menjadi bagian dari upaya mendorong kemandirian teknologi dalam negeri.

    Sumber: Dirangkum dari berbagai sumber
    Editor: Lian
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini

    close
    Banner iklan disini