-->
  • Jelajahi

    Copyright © Media Indosatu - Menuju Indonesia Maju
    Best Viral Premium Blogger Templates

    Novel Isna Marifa Masuk Daftar Pendek Chommanard Award 2026

    Redaksi
    Rabu, 09:03 WIB
    Banner IDwebhost

    Isna Marifa sebagai pembicara dalam acara book launching Mountains More Ancient pada gelaran Ubud Writers & Readers Festival (2022) | Foto: kabarmedia

    INDOSATU.ID - enulis Indonesia Isna Marifa mencatatkan prestasi di kancah internasional setelah novel karyanya, Mountains More Ancient (Sapaan Sang Giri), masuk dalam daftar pendek (shortlist) Chommanard International Women’s Literary Award 2026.

    Penghargaan sastra bergengsi tersebut akan diumumkan pada malam penganugerahan di Bangkok, Thailand, pada 3 April 2026.

    Chommanard International Women’s Literary Award merupakan ajang penghargaan bagi penulis perempuan dari kawasan ASEAN, Tiongkok, Hong Kong, dan Taiwan, yang menilai karya berdasarkan kualitas sastra, relevansi budaya, serta dampak sosial.


    Isna Marifa menyatakan rasa syukurnya atas pencapaian tersebut. "Saya sangat bersyukur Mountains More Ancient masuk daftar pendek Chommanard Award. Pengakuan ini menunjukkan bahwa kisah dalam novel ini relevan tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat internasional," tuturnya.

    Masuknya karya Isna memperkuat posisi sastra Indonesia, khususnya karya penulis perempuan, di panggung global. Sebelumnya, penulis Indonesia Ratih Kumala juga pernah meraih penghargaan yang sama melalui novel Gadis Kretek.

    Novel Mountains More Ancient mengangkat kisah berlatar tahun 1751 tentang perjalanan seorang anak perempuan bernama Wulan yang bersama ayahnya dibawa ke Cape Colony, Afrika Selatan.


    Di tengah lingkungan yang asing, Wulan dan komunitasnya berjuang mempertahankan identitas, keyakinan, serta ingatan akan tanah asal, yang kemudian dikenal sebagai bagian dari komunitas Cape Malay.

    Karya ini pertama kali diterbitkan pada 2020 dengan judul Sapaan Sang Giri oleh Penerbit Ombak. Versi bahasa Inggrisnya terbit pada 2022 oleh Kabar Media, disusul edisi kedua bahasa Indonesia pada 2024.

    Sejumlah tokoh memberikan apresiasi terhadap novel tersebut. Pianis dan komposer Ananda Sukarlan menilai karya ini tidak hanya kuat secara naratif, tetapi juga kaya akan nilai sejarah dan budaya.


    Sementara itu, pemerhati sosial dan budaya Halida Nuriah Hatta menyebut novel tersebut mampu menghadirkan pengalaman emosional yang mendalam terkait sejarah perbudakan dan diaspora masyarakat Indonesia.

    Keberhasilan novel ini masuk daftar pendek dinilai mencerminkan meningkatnya perhatian dunia terhadap fiksi sejarah Indonesia, khususnya yang mengangkat tema kolonialisme, perpindahan paksa, dan keterikatan manusia dengan tanah asal.

    Isna Marifa sendiri merupakan penulis sekaligus konsultan lingkungan senior yang telah berkiprah di berbagai negara, termasuk Korea Selatan dan Amerika Serikat.

    Pengalamannya, termasuk kunjungan ke Afrika Selatan, menjadi inspirasi dalam menulis kisah tentang jejak sejarah orang Indonesia di wilayah Tanjung Harapan. (Red)
    Komentar

    Tampilkan

    Tidak ada komentar:

    Terkini

    close
    Banner iklan disini