![]() |
| Foto viral yang menyebutkan radar USA hancur terbakar | Foto: annahar.com |
INDOSATU.ID - Sebuah gambar yang beredar luas di media sosial dan viral, dimana bahwa Iran telah menghancurkan radar jarak jauh milik Amerika Serikat di Qatar.
Namun, hasil pemeriksaan fakta di annahar.com menunjukkan bahwa gambar tersebut tidak autentik dan kemungkinan besar merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI).
Media annahar.com merupakan salah satu surat kabar harian politik terkemuka berbahasa Arab yang berbasis di Beirut, Lebanon, yang didirikan pada tahun 1933 oleh Gebran Tueni.
Gambar viral tersebut muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, ketika militer Israel melancarkan serangan baru terhadap Iran dan Lebanon pada Rabu, yang disebut sebagai hari kelima dari konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat.
Dalam gambar yang beredar, terlihat sebuah bangunan di kawasan gurun terbakar dengan kepulan asap hitam membumbung tinggi. Narasi yang menyertai gambar tersebut, yang ditulis dalam bahasa Arab dan beberapa bahasa lain.
![]() |
| Desain radar USA yang sebenarnya | Foto: annahar.com |
Pada keterangan foto viral tersebut, menyebutkan bahwa "Iran telah menghancurkan radar jarak jauh Amerika Serikat tipe AN/FPS-132 di Qatar".
Radar tersebut diklaim memiliki jangkauan hingga 5.000 kilometer dan digunakan untuk mendeteksi serta melacak rudal balistik di kawasan Timur Tengah.
Namun, klaim tersebut tidak terbukti benar.
Tidak Ada Konfirmasi Resmi
Beberapa hari sebelumnya, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memang mengumumkan bahwa radar AS jenis FPS-132 yang ditempatkan di Qatar telah dihancurkan.
Radar tersebut disebut memiliki kemampuan pemantauan hingga radius 5.000 kilometer serta dilengkapi teknologi khusus untuk mendeteksi rudal balistik.
Meski demikian, pernyataan tersebut tidak pernah dikonfirmasi oleh pemerintah Amerika Serikat, otoritas Qatar, maupun laporan media internasional yang kredibel.
Analisis Visual dan Teknologi
Tidak hanya itu, pemeriksaan lebih lanjut juga menunjukkan ketidaksesuaian antara gambar yang beredar dengan bentuk asli radar AN/FPS-132.
Citra udara dan model tiga dimensi radar tersebut yang dapat dilihat melalui layanan peta seperti Google Maps menunjukkan struktur dan detail geometris yang berbeda dari bangunan dalam gambar viral tersebut.
Sejumlah platform pendeteksi manipulasi gambar, seperti Hive Moderation, Sightengine, dan AI or Not, turut menganalisis gambar tersebut.
Hasilnya menunjukkan kemungkinan sangat tinggi bahwa gambar tersebut dihasilkan oleh kecerdasan buatan.
Dua layanan analisis bahkan memperkirakan probabilitasnya mencapai sekitar 99 persen sebagai gambar AI.
Analisis serupa juga dilakukan oleh Gemini, model kecerdasan buatan yang dikembangkan oleh Google.
Sistem tersebut menemukan adanya tanda air digital yang mengindikasikan penggunaan teknologi pemrosesan gambar berbasis AI, sehingga memperkuat dugaan bahwa foto tersebut bukan berasal dari peristiwa nyata.
Indikasi Manipulasi Visual
Tak hanya hasil analisis teknis, pemeriksaan visual juga mengemukakan sejumlah kejanggalan yang umum muncul pada gambar hasil AI itu.
Beberapa di antaranya adalah bentuk puing-puing yang menyatu secara tidak logis dengan dinding bangunan, serta distorsi pada struktur bangunan kecil di sekitar lokasi.
Dari berbagai temuan tersebut, dapat disimpulkan sementara bahwa gambar yang diklaim menunjukkan kehancuran radar Amerika Serikat di Qatar tidak autentik dan kemungkinan besar gambar viral tersebut dibuat menggunakan kecerdasan buatan.
Sumber: annahar.com
Editor: Admin







Tidak ada komentar:
Posting Komentar